Kategori

Yingluck Minta Maaf Kepada Raja

Written By Catatan Humla on Selasa, 06 Desember 2011 | 09.52

foto

Yingluck Shinawatra. REUTERS/Sukree Sukplang

Selasa, 06 Desember 2011 | 03:46 WIB

TEMPO.CO, Bangkok -- Gara-gara pesan di jejaring sosial, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mendapat malu. Senin, 5 Desember 2011, Yingluck harus meminta maaf kepada Raja Thailand karena stafnya salah memasukkan foto dalam pesan ulang tahun kepada Raja di akun jejaring sosial Facebook.

Ia secara khusus memerintahkan Sekretaris Jenderal Kantor Perdana Menteri Banthoon Suphakwanit untuk mengirim penjelasan tertulis ke Kantor Urusan Rumah Tangga Kerajaan. Penjelasan ini juga disertai dengan permintaan maaf dari Yingluck.

Tetapi ia menolak dimintai konfirmasi karena, “Selama dua hari tidak bisa diwawancara untuk menghormati ulang tahun Raja.” Raja Bhumibol kemarin merayakan ulang tahunnya yang ke-84. Pemerintah pun menggelar perayaan untuk memeriahkan milad Baginda.

Akibat insiden ini, juru bicara Partai Demokrat, Thepthai Senpong, mendesak Yingluck berhenti menggunakan jejaring sosial. “Jika tak mau bertanggung jawab, sebaiknya Perdana Menteri harus berhenti menggunakan Facebook dan Twitter hingga akhir masa jabatannya. Saya tak mau kesalahannya terulang terus-menerus,” ucap Thepthai.

Theptai juga mengkritik anggota kabinet pemerintah yang ditudingnya tak becus, terutama dalam mengatasi banjir terburuk dalam kurun waktu 50 tahun terakhir di Thailand. “Jika ditanya menteri mana yang harus diganti, saya akan balik bertanya: adakah menteri yang telah menunjukkan kompetensinya?” ujarnya.

Meski memberikan rapor merah kepada seluruh jajaran pejabat pemerintahan, ia menolak memberikan penilaian lebih jauh. Sebab, kata Thepthai, masyarakat bisa menuding oposisi memiliki agenda tersembunyi untuk menjatuhkan pemerintah. “Lebih baik pemerintah mendengarkan warga lebih sering,” tuturnya.

BANGKOK POST | THE NATION | SITA PLANASARI A


View the original article here

09.52 | 0 komentar | Read More

Sutan Tantang Ridwan Buka Proyek ESDM

foto

Sutan Bhatoegana. TEMPO/Imam Sukamto

Selasa, 06 Desember 2011 | 08:01 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Sutan Bhatoegana, menantang terdakwa Ridwan Sanjaya buka-bukaan dalam proyek solar home system. Dia berkukuh tidak terlibat dalam proyek Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral senilai Rp 526 miliar itu.

"Bongkar saja (kasus itu) kalau ada bukti," ujar Sutan saat dihubungi, Senin, 5 Desember 2011. "Saya dan pengacara bahkan akan meminta kepada KPK agar kasus Ridwan itu dibongkar."

Ridwan menuding Sutan, anggota DPR dari Partai Demokrat, bermain dalam proyek di kementerian pada 2009 itu. Ridwan adalah pejabat pembuat komitmen dalam proyek tersebut. Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Ridwan juga menyebut sejumlah anggota Dewan terlibat dalam kasus proyek itu. Salah satu caranya dengan menitipkan proyek agar menang tender.

Sutan menegaskan tak pernah mengenal Ridwan yang kini meringkuk di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Ridwan diancam hukuman 20 tahun penjara lantaran kasus korupsi solar home system pada 2009 itu. Menurut Sutan, mekanisme proyek di Kementerian berjalan seperti pengajuan proyek di kementerian lainnya. "Kementerian mengajukan anggaran ke Komisi di DPR, sama seperti komisi lainnya," katanya.

Ahmad Riyaldi, anggota Komisi Energi dari Partai Keadilan Sejahtera menambahkan, pengajuan anggaran untuk proyek di kementerian diajukan dalam rapat pada tahun sebelumnya. Nah, kata dia, dalam rapat itu, DPR akan meminta Kementerian menjelaskan. "Kalau logis, ada anggarannya. Dan jika memang dibutuhkan, tidak ada masalah lalu dilanjutkan ke Badan Anggaran DPR," katanya. Ihwal dugaan praktek anggota Dewan bermain menitipkan perusahaan miliknya atau kerabatnya, Ahmad menyatakan tidak tahu secara persis.

Namun, anggota Komisi Hukum DPR, Wa Ode Nurhayati, menyebutkan bahwa praktek titip-menitip proyek mungkin saja terjadi. "Peluang bermain itu ada karena DPR merupakan sentra informasi," ujarnya kemarin. Menurut dia, dugaan praktek itu terjadi karena DPR mengetahui adanya proyek baru yang bakal dikerjakan pemerintah sejak perencanaan hingga pembahasan.

RINA WIDIASTUTI | IRA GUSLINA | SUKMA


View the original article here

09.44 | 0 komentar | Read More

Wafid Bantah Punya 'Deal' Soal Wisma Atlet dengan DGI

Selasa, 06 Desember 2011 | 01:22 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Wafid Muharam, eks Sekretaris Menpora yang kini menjadi terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games,  membantah keterlibatannya dalam pengaturan tender pelaksanaan pembangunan Wisma Atlet Jakabaring Palembang yang akhirnya dimenangkan oleh PT Duta Graha Indah.

"Dalam hal ini, tidak ada niat dari saya untuk membantu PT Duta Graha Indah," kata Wafid dalam sidang dengan agenda pembacaan pledoi (nota pembelaan) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin malam, 5 Desember 2011.

Menurut dia, anggapan bahwa ada upaya dari dirinya untuk membantu Duta Graha Indah dalam memenangkan proyek pembangunan Wisma Atlet adalah tidak benar. Pada saat Duta Graha Indah meminta untuk diikutsertakan dalam proyek Wisma Atlet, Wafid meminta Duta Graha Indah untuk menghubungi Pemerintah Daerah Sumatera Selatan karena pelaksanaan proyek itu diserahkan kepada pemerintah daerah.

“Pembangunan Wisma Atlet adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah Sumatera Selatan,” ujar Wafid. Selain itu, ucap Wafid, dia juga tidak memantau pemenang lelang proyek Wisma Atlet di Pemerintah Daerah Sumatera Selatan. “Yang kami pantau adalah pembangunan wismanya.”

Mengenai komitmen fee sebesar 2 persen yang diberikan Duta Graha Indah diakui Wafid baru diketahuinya setelah dia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dan membaca berita di media massa. “Demi Allah, tidak ada komitmen apa pun yang diberikan mereka (Duta Graha Indah) kepada saya. Saya tidak paham dengan angka itu,” katanya.

Meski begitu, Wafid tak membantah jika Kementerian Pemuda dan Olahraga membutuhkan dana untuk membayar honor panitia Sea Games. Wafid pun menyampaikan kepada Paul Nelwan untuk meminjam dana guna memenuhi kebutuhan honor itu. Kemudian, Paul menyarankan agar Wafid meminjam dana kepada Mindo Rosalina Manulang.

“Tanpa konfirmasi, Rosa datang bawa dana pinjaman dalam bentuk cek senilai Rp 3,2 miliar untuk honor panitia Sea Games yang belum dibayar, antisipasi kongres PSSI, dan hutang-hutang,” ujar Wafid. Menurutnya, cek itu diserahkan kepada Poniran untuk disimpan dan tak ada maksud lain dari penyerahan cek itu kepada Poniran.

Kuasa hukum Wafid, Erman Umar, meminta Majelis Hakim yang diketuai Marsudin Nainggolan agar menyatakan Wafid tidak terbukti bersalah melakukan perbuatan pidana korupsi sebagaimana dakwaan kesatu yakni Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Kami meminta agar Majelis Hakim melepaskan terdakwa dari segala dakwaan atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum,” ujar Erman.

Selain itu, dia juga meminta Majelis Hakim untuk menyatakan bahwa benar Wafid telah menerima cek mundur 3 lembar dari BCA dan Bank Mega dari Mindo Rosalina Manulang sebesar Rp 3,2 miliar. “Tapi pemberian cek itu dalam rangka pinjaman dana talangan untuk kegiatan Kemenpora,” ucap Erman.

PRIHANDOKO


View the original article here

09.35 | 0 komentar | Read More

Novayana Tewas Ditembak Polisi

Written By Catatan Humla on Sabtu, 03 Desember 2011 | 14.01

SERAMBINEWS.COM, BANDUNG  - Identitas penembak Novayana (30) yang tewas akibat terkena luka tembak di punggung kiri terungkap. Penembaknya adalah anggota kepolisian.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Sub Bagian Hubungan Kemasyarakatan (Kasubag Humas) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung Komisaris Polisi Endang Sri Wahyu Utami di Mapolrestabes Bandung, Jumat (2/12/2011).

Dua anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Sukasari, Aiptu Enoh Danial dan Briptu Bara Rudeta Wicaksono terpaksa melepaskan tembakan peringatan yang salah satunya, tembakan Briptu Bara mengenai korban yang diketahui sebagai warga Bojong Tengah RT 04/12, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Kedua anggota Polsek Sukasari itu kini tengah diperiksa intensif oleh Provost Polrestabes Bandung. Belum ditentukan mendapat sanksi hukuman atau hal lainnya. Masih dalam proses pemeriksaan.

Tatang, rekan Novayana sekaligus saksi kunci yang sempat dicari keberadaannya telah diamankan di Mapolrestabes, Kamis (1/12/2011) malam. Ia dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus tertembaknya Novayana.

Tatang juga-lah yang mengantarkan suami dari Yanti (23) dan ayah dari Faisal (3) ke RS Santo Yusuf. Namun, Tatang kabur meninggalkan Novayana di rumah sakit. Hingga polisi sempat melakukan pengejaran terhadapnya.

Novayana pun menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

Polisi berhasil menangkap Tatang di kediaman salah seorang kerabatnya di Kampung Pagermanah, Desa Pagerwangi,  Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Polisi memperoleh informasi keberadannya itu dari istri Tatang.

"Jadi, korban Novayana itu tertembak oleh senjata salah seorang anggota kami yang tengah bertugas. Kronologis kejadiannya. Saat itu, Kamis (1/12, RED) dinihari, sekitar pukul 4. Korban bersama temannya, Tatang dicurigai hendak melakukan aksi kejahatan, terus diamankan oleh kedua anggota kami itu ke Mapolsek Sukasari. Tapi, begitu sampai di depan Mapolsek, Tatang memacu motornya. Kabur. Refleks, anggota kami melepas tembakan peringatan. Sempat dikejar, tapi tidak terkejar," kata Endang.

Tembakan peringatan yang dilepas oleh Briptu Bara itulah yang mengenai punggung kiri Novayana. Semula, salah satu tembakan itu ditujukan ke arah ban motor.


View the original article here

14.01 | 0 komentar | Read More

Nursari Meninggal karena Dianiaya Suami

SERAMBINEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Nursari (21), warga Jetis Wetan, Rt 5/1, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, diduga menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Nursari yang meninggal dunia, Kamis (1/12/2011) malam di RSUD Wonosari, diduga korban tindakan kekerasan dari suaminya, Ris (28), yang hingga kini masih ditahan di Mapolres Gunungkidul, Jumat (2/12/2011).

Informasi yang dihimpun Tribun Jogja, kematian tragis ini, bermula setelah korban sempat diperiksakan keluarganya ke puskesmas Semanu pada 22 November 2011 lalu.

Saat itu, Nursari sempat dirawat selama dua hari. Kemudian, pada 24 November 2011, karena kondisi korban tak segera membaik, Puskesmas merujuk korban ke RSUD Wonosari. Namun, ibu muda ini, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, di RSUD Wonosari, Kamis (1/1/20112) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut keterangan warga, suasana di rumah sakit dan rumah ibu Nursari, di Semuluh Kidul, Rt 1/15, Ngeposari, Semanu, juga heboh. "Ada banyak aparat yang mendatangi," ujar seorang warga setempat. Hingga berita ini diturunkan, kematian ibu dari Tito Idayat (2,5) ini masih simpang siur.

Dikonfirmasi mengenai kejadian ini, Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Heru Muslimin, menyatakan masih melakukan pemeriksaan intensif atas terjadinya kejadian tersebut. Untuk kepentingan pemeriksaan, aparat telah menahan Ris, sebagai saksi di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim. "Kami masih melakukan pengamanan, dalam hal ini kami terus memperkuat keterangan dari saksi-saksi," jelasnya.


View the original article here

13.40 | 0 komentar | Read More

Status Orang Sangir Di Filipina Diminta Dituntaskan

SERAMBINEWS.COM, MANADO - Masalah kewarganegaraan orang Sangir (Sangihe) dan Talaud yang hidup dan bekerja di Filipina, diminta dituntaskan. Selama ini orang Sangir tak memiliki kartu tanda penduduk (kewarganegaraan) Indonesia, sementara mereka hidup dan bekerja di Filipina.

Komandan Pangkalan Utama VIII Bitung, Laksamana Pertama Sugianto di Manado, Jumat (2/12/2011) mengungkapkan hal itu dalam seminar Pemberdayaan Kapasitas Pulau Terluar di Perbatasan Indonesia-Filipina.

Pembicara pada seminar itu, Duta Besar Indonesia di Filipina Johanis Kristianto Surya Legowo, Direktur Tata Ruang Kementerian Kelautan dan Perikanan Eko Rudianto, Kepala Badan Perbatasan Sulut Max Gagola, dipandu moderator Michael Umbas, staf khusus Gubernur Sulut.

Sugianto mengatakan, persoalan kewarganegaraan orang Sangir kerap menjadi perdebatan dan berimplikasi hukum di kalangan TNI Angkatan Laut, serta sejumlah pemangku kepentingan ketika mereka ditangkap karena illegal fishing di laut teritorial Indonesia.

"Setiap kami tangkap mereka menyebut dirinya Sapi (Sangir-Philipines). Kalau sudah demikian, susah diusut karena mereka juga orang Indonesia. Masalah ini harus dituntaskan dalam rangka penegakan hukum pencurian ikan," katanya.

Ia mengemukakan, orang Sangir di Filipina dijadikan obyek dan subyek dalam setiap kegiatan pelanggaran laut teritorial.                   

Wajib bayar ACR

Max Gagola menyebut masalah kewarganegaraan menjadi dilematis. Apabila menganut paham ius sanguinis, kewarganegaraan berdasarkan darah ayah atau ibu secara biologis, maka mereka adalah warga Indonesia.

"Persoalannya banyak orang Sangir di Filipina yang bekerja di kapal ikan yang melanggar wilayah teritorial," ujar Max.

Dubes Johanis Kristanto menyebut sekitar 9.000 orang Sangir dan Talaud hidup di Filipina, terutama di bagian selatan. Mereka sudah ratusan tahun hidup di sana dan beranak pinak. Akan tetapi mereka tidak diakui sebagai warga Negara Filipina dan diwajibkan memiliki Aliance Certificate Registrati-on (ACR).

Untuk memperoleh ACR, mereka harus membayar ke pemerintah Filipina senilai 600 peso (sekitar Rp 150.000). ACR ini diberikan setiap tahun.


View the original article here

13.11 | 0 komentar | Read More

Usai Euro, Capello Pasti Tinggalkan Inggris

image

LONDON, suaramerdeka.com - Pelatih timnas Inggris, Fabio Capello sudah menampik adanya indikasi memperpanjang kontraknya  bersama The Three Lions usai Piala Eropa 2012, meski tak tersirat secara langsung.

Sebelumnya, direktur sepakbola FA Trevor Brooking mengisyaratkan adanya kemungkinan kontrak Capello diperpanjang jika pelatih asal Italia itu mampu membawa Inggris meraih hasil bagus di Piala Eropa. Namun, nampaknya, Capello memiliki pemikiran tersendiri dan tetap bertahan pada komitmennya untuk mengakhiri kontraknya di pertengahan tahun depan.

"Sekarang adalah masa terakhir saya menangani Inggris, tapi saya harap di akhir karir saya bisa mempersembahkan tropi juara. Saya harap pemain memiliki kekuatan mental untuk mendapatkannya dan memenangi turnamen," kata Capello, Jumat (2/12).

Eks pelatih Real Madrid, Juventus, AS Roma dan AC Milan itu juga angkat bicara soal undian Euro 2012. Menurutnya, Euro sekarang akan lebih sulit dan sengit karena kalau dilihat undian grup dan semua tim peserta, ada tiga tim Eropa yang lolos ke semi-final Piala Dunia, yakni Jerman, Belanda dan Spanyol.

"Dari level teknik, Eropa berada di puncak, pengelolaan ketiga tim itupun merupakan kelas atas. Meski beberapa tim tidak bermain baik di Piala Dunia, mereka akan kembali memperoleh penampilan bagus. Portugal, Prancis, dan Italia akan lebih baik. Turnamen ini akan berjalan sengit," ujar manajer Fabio Capello dilansir Sporting Life.

Saat ditanya Ditanya soal undian yang diharapkannya, Capello menyebutkan beberapa tim. "Spanyol dan Belanda. Setelahnya Portugal dan Prancis. Mereka tim-tim yang ingin saya hindari di babak penyisihan grup," tukasnya.

Dia berharap, berharap Inggris bisa memperoleh hasil maksimal di Polandia dan Ukraina, meski saat ini bertumpu pada pemain muda. "Ketika kami bertanding di Piala Dunia, jarak antara pemain berpengalaman dan muda terlalu besar. Sekarang jaraknya lebih dekat dan para pemain muda berkembang pesat, mereka bermain untuk tim-tim top serta di Liga Champions dan Liga Europa," tandasnya.

(Andika Primasiwi, GLCM/CN26) Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad Bookmark and Share


View the original article here

12.46 | 0 komentar | Read More