Kategori

Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Thanksgiving, Harga Minyak Sempat Tembus 100 Dollar AS

Written By Catatan Humla on Selasa, 29 November 2011 | 12.09

NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak mentah naik dan sempat menembus level 100 dollar AS pada perdagangan pasar di New York, Senin (28/11/2011) waktu setempat, karena adanya kenaikan penjualan ritel bahan bakar mencapai rekor di Amerika Serikat pada hari Thanksgiving pekan lalu.

Menurut National Retail Federation, konsumen AS menghabiskan 52,4 miliar dollar AS pada akhir pekan lalu. Sedangkan, menurut perusahaan riset di Virginia, pada hari Black Friday, 25 November, penjualan minyak melalui situs naik 26 persen menjadi 816 juta dollar AS. Dan, penjualan naik 18 persen menjadi 479 juta dollar AS pada hari Thanksgiving.

Sementara itu, kenaikan harga minyak juga dipacu oleh berita yang tertulis di harian Welt am Sonntag bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicholas Sarkozy berencana untuk membentuk sebuah pakta stabilitas. "Investor mengambil (informasi) apa pun yang memberikan sinyal ke mana arah perekonomian dan angka penjualan ritel (pun) sangat positif," ujar Chris Barber, analis senior Energy Security Analysis Inc, di Wakefield, Massachusetts, Senin waktu setempat. Barber pun menyebutkan, ada sedikit optimisme bahwa Eropa akan menemukan jalan keluar dari krisis. Hal ini serupa dengan pandangan Direktur BNP Paribas Prime Brokerage Inc, Tom Bentz. "Kita tampaknya harus membangun optimisme akan Eropa," ujar Tom.

Selain itu, kata dia, kondisi minyak terdorong oleh angka penjualan ritel yang naik dan kekhawatiran akan Iran dan wilayah sekitarnya.

Harga  minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari naik 1,44  dollar AS menjadi 98,21 dollar AS per barrel, sebelumnya melompat ke posisi 100,74 dollar AS. Ini pertama kalinya minyak mentah berjangka melewati angka 100 dollar AS sejak 18 November 2011.

Adapun minyak Brent untuk penetapan Januari naik 2,60 dollar AS, atau 2,4 persen, menjadi 109 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe Exchange di London. Posisi harga kontrak Eropa premium terhadap minyak New York kini menjadi 10,79 dollar AS.


View the original article here

12.09 | 0 komentar | Read More

Thanksgiving Buat Bursa AS Kembali Bergairah

NEW YORK, KOMPAS.com — Pasar saham Amerika Serikat kembali bergairah pada perdagangan Senin (28/11/2011) waktu setempat, dengan indeks utama didorong oleh petunjuk bahwa para pemimpin Eropa mungkin memiliki rencana untuk mengakhiri  krisis utang yang telah lama berjalan di benua itu.

"Saham melonjak di tengah spekulasi bahwa para pemimpin Eropa membahas sebuah kesepakatan di mana negara-negara anggota zona euro akan berkomitmen untuk melakukan disiplin anggaran ketat tanpa menunggu perubahan perjanjian," kata Scott Marcouiller dari Wells Fargo Advisors.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,59 persen, atau 291,23 poin, menjadi mencapai 11.523,01 dalam penutupan perdagangan. Sementara di tengah salah satu hari tersibuk dalam setahun untuk penjualan online, indeks Nasdaq naik 3,52 persen (85,83) menjadi 2.527,34.

Indeks S&P 500 naik 2,92 persen (33,88 poin) menjadi 1.192,55, didorong antara lain oleh ekspektasi yang biasanya  perdagangan cerah pada "Cyber Monday" sesuai dengan pengaruh liburan pekan lalu dalam penjualan di toko-toko.

National Retail Federation menyatakan, warga Amerika mengabaikan kesuraman ekonomi untuk menghabiskan rekor 52,4 miliar dollar AS selama hari Thanksgiving akhir pekan.

"Penjualan selama libur panjang akhir pekan naik 16 persen dari tahun lalu, menandai jumlah dollar AS terbesar yang pernah dihabiskan selama periode 'Black Friday', awal tidak resmi dari musim belanja Natal," kata NRF.

"Wall Street sedang berupaya menyingkirkan kekalahan pekan lalu," kata Karee Venema dari Schaeffer Investment Research. Untuk diketahui saja, pada pekan lalu Dow kehilangan 4,8 persen.

Perusahaan mineral, pertambangan, dan manufaktur tampaknya diuntungkan dari "rally" Senin. Saham Alcoa dan Caterpillar naik 4,7 persen, sedangkan Hewlett-Packard dan Chevron keduanya naik sangat kuat.


View the original article here

12.01 | 0 komentar | Read More

Bank Dunia Pinjamkan 400 Juta Dollar AS

Written By Catatan Humla on Minggu, 27 November 2011 | 11.26

WASHINGTON, KOMPAS.com - Bank Dunia menyatakan akan terus mendukung program reformasi pemerintah Indonesia yang telah berhasil dilakukan selama 7 tahun terakhir. Sebagai salah satu bentuk dukungannya, Bank Dunia setuju untuk memberikan pinjaman Kebijakan Pembangunan Kedelapan (DPL-8) senilai 400 juta dollar AS.

Pinjaman ini akan digabungkan ke anggaran negara. Pinjaman bertujuan untuk mendukung tiga prioritas reformasi yakni memperbaiki iklim investasi, memperbaiki pengelolaan anggaran publik, dan menugrangi angka kemiskinan.

"Pencapaian Indonesia dalam menciptakan stabilitas makroekonomi dan politik selama sepuluh tahun terakhir sungguh luar biasa. Pencapaian Indonesia dalam memajukan reformasi kelembagaan patut kita dukung terus melalui program pinjaman DPL ini," kata Stefan Koeberle, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (23/11/2011).

Menurut Stefan, target-target yang ingin dicapai dengan pinjaman DPL-8 ini sejalan dengan prioritas-prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014. Ia pun yakin pemerintah mampu mencapai target tersebut.

Dalam memperbaiki iklim investasi, pinjaman ini akan mendukung sebuah tim khusus yang telah dibentuk dalam Kementerian Perdagangan. Tim ini akan membuat langkah- langkah non-tarif secara transparan dan konsisten dengan perjanjian-perjanjian perdagangan internasional. Tim pun harus memastikan sejumlah langkah itu dapat mencapai tujuannya.

Sementara pada pengelolaan anggaran publik, kucuran dana Bank Dunia ini akan membantu, salah satunya, terbentuknya prosedur dalam mengajukan dan meneliti inisiatif baru. Dana ini juga mendukung semua lembaga negara yang bertugas menjalani program anti-kemiskinan yang diharuskan memakai database penerima manfaat yang sama.


View the original article here

11.26 | 0 komentar | Read More

IHSG Dibuka Menguat Tipis

JAKARTA, KOMPAS.com- Mengawali perdagangan setelah libur sehari, Kamis (18/8/2011), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 11 poin atau sekitar 0,30 persen di level 3.965,01. Indeks dibuka di posisi 3.953,83; sedikit lebih tinggi dari penutupan Selasa lalu di level 3.953,28.

Lima menit setelah perdagangan berjalan, IHSG cenderung semakit menguat. IHSG kembali mendekati level 4.000 dengan berada di level 3.984,11 atau naik 30,83 poin (sekitar 0,78 persen).

Penguatan indeks ini terjadi di tengah penurunan sejumlah bursa di tingkat regional pagi ini. Indeks Nikkei 225 turun 0,44 persen, sementara indeks Kospi turun 1,12 persen. Indeks dow Jones ditutup relative flat pada tadi malam naik 4,28 poin atau 0,04 persen, sementara Bursa Eropa ditutup melemah akibat gagalnya pertemuan Franco-German meyakinkan investor terhadap penanganan krisis utang eropa. Indeks FTSE turun 0,49 persen.

Analis Semesta Indovest Muhamad Sugiarto mengatakan, bursa Indonesia hari ini akan kembali konsolidasi dengan potensi terjadinya aksi ambil untung. Pergerakan akan banyak didominasi oleh saham-saham lapis dua. "Walaupun demikian, investor dapat melakukan strategy buy on weakness jika terjadi koreksi pada saham-saham bluechip mengingat tren IHSG masih menguat," kata Sugiarto.


View the original article here

11.01 | 0 komentar | Read More

Si Kaya di Indonesia Bertambah, Hatta Minta tak Lupakan Jumlah Si Miskin

Written By Catatan Humla on Jumat, 25 November 2011 | 19.05

Si Kaya di Indonesia Bertambah, Hatta Minta tak Lupakan Jumlah Si Miskin Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majalah Forbes merilis daftar 40 orang kaya di Indonesia. Dari daftar tersebut terdapat sejumlah nama baru yang sebelumnya tidak masuk didalamnya.

Menurut Forbes, nilai kekayaan dari 40 orang terkaya Indonesia mencapai 85 miliar dolar AS, naik 19 persen dibanding tahun lalu 71 miliar dolar AS.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengingatkan  meski jumlah orang kaya di Indonesia bertambah, tetapi masih banyak masyarakat yang tergolong miskin.  Untuk itu, perekonomian hendaknya tidak hanya dikuasai oleh segelintir orang tetapi juga semakin banyak masyarakat yang menikmatinya.

"Kita bersyukur ada yang kaya, tapi kita ingin juga banyak rakyat kita yang menikmatinya,"ujar Hatta, di Kantor Presiden, Jumat (25/11). 

Jumlah masyarakat kelas menengah baru yang naik, kata Hatta, mencapai sembilan juta orang. Kenaikan itu disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang meningkat.

Namun jumlah masyarakat miskin tidaklah sedikit. Karena itu menurut Hatta upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya dipikul oleh pemerintah saja, tetapi semua pihak.


View the original article here

19.05 | 0 komentar | Read More

Tahun Depan, Ekspor Rotan Dilarang Total

REPUBLIKA.CO.ID, Aturan khusus ekspor rotan Indonesia baru diterapkan setelah Peraturan Menteri Perindustrian dan Peraturan Menteri Kehutanan dikeluarkan. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Deddy Saleh, Jumat (25/11) mengatakan, Peraturan Menteri Perdagangan ini akan rencananya akan ditandangani tanggal 30 November 2011, dan mulai berlaku tanggal 1 Januari 2012.
Dengan demikian, menurut Deddy masih ada waktu satu bulan bagi eksportir untuk mengekspor rotan asal Indonesia ke berbagai negara.   Lagipula, ujar Deddy saat ini kuota ekspor sudah dikeluarkan Kementerian Perdagangan,  sehingga tidak ada alasan untuk tak bisa mengekspor selama bulan Desember.
Selain itu, tambah Deddy, ke depan pihaknya akan benar-benar melarang seluruh ekspor rotan, baik rotan asalan maupun rotan jadi. Pelarangan secara keseluruhan dilakukan, menurut Deddy, agar tidak ada atau minimal menimalisir penyeludupan.
Penyebabnya, menurut Deddy, jika rotan budidaya tetap diperbolehkan untuk diekspr, maka akan sulit mengontrolnya. Karena bisa saja, ujar Deddy, ketika rotan budidaya diekspor, rotan asalan diseludupkan didalamnya. ‘’Jadi ya sekalian dilarang semua,’’ tutur Deddy,
View the original article here
18.48 | 0 komentar | Read More

Pemerintah Didesak Segera Realisasikan BBM Bersubsidi untuk Kereta Api

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  DPR mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan subsidi BBM bagi kereta api. Anggota Panja Kereta Api Komisi V DPR, Sigit Sosiantomo, menilai subsidi BBM justru akan mengurangi beban subsidi pemerintah bagi kendaraan pribadi. “Sudah berulang kali saya minta agar permeintah memberikan subsidi BBM pada kereta api,” katanya, Selasa (22/11).

Sebab, kereta api seperti kereta komuter penumpang memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menampung penumpang. Dengan kapasitas dua rangkaian kereta api saja sudah setara dengan 30 bis besar.

Lebih ekstrim lagi, lanjutnya, jika dibandingkan dengan mobil pribadi, maka dua rangkaian kereta api tadi setara dengan sekitar 800 mobil pribadi yang rata-rata hanya berisi 1-7 penumpang. “Ironisnya, mobil pribadi yang menyumbangkan kemacetan dan membuat kota kurang produktif ini justru menikmati BBM bersubsidi,” kata politisi Fraksi PKS ini.

Menurut dia, target penurunan beban subsidi BBM pemerintah justru dapat tercapai dengan meningkatkan kapasitas kereta api, baik untuk penumpang maupun barang. Maka, seharusnya PT KAI justru diberikan insentif atas kontribusinya.

Subsidi kepada kereta api dinilao\inya bisa membantu pemerintah dalam mencapai batasan subsidi 38 juta KL BBM pada 2012 yang akan datang. “Karena itu, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk menunda pemberian BBM bersubsidi bagi Kereta api”, kata Sigit.


View the original article here

13.39 | 0 komentar | Read More

Pendapatan Lewat Cukai Rokok Capai Rp65 Triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah mencatat adanya setoran penerimaan sebesar Rp 65 triliun dari cukai rokok sejak Januari hingga 15 November 2011. Jumlah tersebut merupakan 95 persen dari penerimaan cukai yang sudah terkumpul Rp 68,075 triliun. Sisanya Rp 3,075 triliun dari cukai minuman beralkohol.

Hal itu disampaikan Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Agung Kuswandono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Rabu (23/11). "Faktor yang mendorong peningkatan penerimaan cukai antara lain kenaikan tarif cukai tembakau mulai Januari 2011," kata Agung.

Total penerimaan bea dan cukai sampai 15 November 2011 mencapai Rp 112 triliun. Jumlah tersebut sudah 97,41 persen dari target yang tercantum dalam APBN Perubahan 2011 yang jumlahnya Rp 115 triliun. Pemerintah masih punya satu bulan untuk memenuhi target.

Pada 2012, pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) memutuskan untuk menaikkan cukai rokok sebesar 15 persen. "Sudah (ditandatangani PMK). Kita sudah bicarakan ini dengan semua pihak, kita sudah konsultasi dengan DPR, kita putuskan untuk ada kenaikan cukai," kata Menkeu Agus Martowardojo, Senin (21/11) malam.


View the original article here

13.39 | 0 komentar | Read More

Produksi Minyak BP Migas Tak Capai Target

JAKARTA - Produksi minyak Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi masih di bawah target. Dari target yang ditentukan pemerintah, 945 ribu barel ekuivalen per hari, BP Migas baru bisa memproduksi minyak sebesar 904 ribu barel ekuivalen per hari.

Menurut Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu BP Migas, Hardiono, pihaknya memang menghadapi sejumlah persoalan. "

Selama 10 tahun terakhir ada permasalahan teknis dan non teknis dalam produksi minyak mentah dan gas," katanya dalam acara Simposium BP Migas: Perbankan Nasional, Penyedia Barang/Jasa di Industri Hulu Migas, Kamis (24/11).

Ia menuturkan selama ini sebenarnya dari sisi penerimaan, BP Migas selalu berhasil mencapai target."Tapi dari sisi volume minyak kita belum mencapai target meski dalam empat tahun terakhir volume produksi minyak mulai membaik," jelasnya.

Karenanya ke depan produksi bakal semakin ditingkatkan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang fokus pada Indonesia Barat, ia berujar ke depan, BP Migas akan lebih meningkatkan produksi di kawasan Indonesia Timur.


View the original article here

13.15 | 0 komentar | Read More

Sudah Setujui Subsidi BBM untuk Kereta Api, Janji Menkeu Ditagih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pada Oktober lalu, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo menyetujui dalam rapat kerja dengan DPR untuk mengalihkan sebagian subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke kereta api. Karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda realisasi janjinya sekaligus menjelaskan kebijakan tersebut kepada publik

Anggota Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia menegaskan pada saat rapat dengan Menkeu, kesepakatan tersebut sudah ada. “Saat itu kami mendesak Menkeu untuk memberi subsidi bagi angkutan kereta api dan ia sudah setuju. Sayangnya belum ada realisasi konkret,” lanjut Yudi, Rabu (23/11).

Apalagi, ada tuntutan dan ancaman dari para serikat pekerja PT KAI untuk melakukan aksi mogok kerja pada 6 Desember selama tiga jam. Serikat pekerja itu tidak akan menjalankan perjalanan kereta api penumpang dan barang di Jawa dan Sumatera pada saat aksi itu dilakukan.

“Aksi mogok kerja itu jelas akan mengganggu kegiatan masyarakat. Maka, pemerintah sebaiknya segera membuka dialog dengan serikat pekerja PT KAI agar membatalkan rencana itu,” katanya. Tentu saja, dialog itu harus dibarengi dengan realisasi dari janji pemerintah untuk memberi subsidi BBM bagi angkutan kereta.

Yudi juga menyayangkan ketidakseriusan pemerintah untuk memprioritaskan pengembangan transportasi massal atau angkutan publik. Padahal, dengan pengembangan transportasi publik selain menguntungkan bagi warga pengguna juga bakal berdampak pada kondisi kemacetan lalu lintas.


View the original article here

13.06 | 0 komentar | Read More