Kategori

Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi. Tampilkan semua postingan

Carrier IQ Mengancam Privasi Pengguna Ponsel

Written By Catatan Humla on Selasa, 06 Desember 2011 | 10.49

Senin, 05 Desember 2011 | 06:52 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam beberapa hari terakhir, dunia teknologi dihebohkan oleh penemuan software atau peranti lunak yang memiliki kemampuan memata-matai aktivitas para pengguna telepon seluler cerdas di mana pun. Program tersebut bernama Carrier IQ.

Carrier IQ adalah peranti lunak untuk perangkat mobile. Menurut perusahaan pembuat program tersebut, Carrier IQ disediakan untuk keperluan vendor atau operator telepon dalam menganalisis, meningkatkan, dan memperbaiki layanan pengguna.

Namun, menurut peneliti masalah keamanan sistem operasi Android, Trevor Eckhart, yang pertama kali mengungkapkan keberadaan program tersebut di ponsel cerdas, kemampuan Carrier IQ jauh melebihi apa yang diklaim perusahaan pembuat.

Carrier IQ memiliki kemampuan merekam seluruh kegiatan ponsel cerdas yang telah terpasang program tersebut, seperti lokasi pengguna, tuts yang ditekan, dan data yang dikirim. Artinya, ruang pribadi bagi pengguna ponsel cerdas hampir tak ada.

Mulanya Carrier IQ hanya ditemukan pada ponsel cerdas dengan sistem operasi Android. Belakangan diketahui bahwa hampir semua sistem operasi ternyata menggunakan peranti lunak tersebut, seperti Symbian, BlackBerry, webOS, dan iOS 5.

Sebelum Anda panik, perlu diketahui bahwa tidak semua ponsel cerdas menggunakan Carrier IQ. Ponsel seri Google Nexus, misalnya, dipastikan tidak mengandung Carrier IQ. Tapi ponsel Samsung, HTC, dan BlackBerry memakai program tersebut.

iOS buatan Apple awalnya diyakini tak mengandung Carrier IQ. Tapi, setelah dicek, ternyata Apple telah memasukkan program ini di iPhone. Beruntung cara mematikannya cukup mudah. Untuk iOS 5, Anda dapat mematikan fitur Diagnostics and Usage pada menu Settings, maka Carrier IQ tidak aktif.

Sedangkan untuk ponsel Android sedikit lebih rumit. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui apakah terdapat Carrier IQ di ponsel Anda. Untuk itu, Anda harus mengunduh aplikasi gratis yang dibuat Eckhart terlebih dulu. 

Setelah aplikasi tersebut diunduh dan dipasang, jalankan CIQ checks dan Anda akan mengetahui secara pasti apakah ponsel Anda mengandung Carrier IQ atau tidak.

Sayang, untuk membuang Carrier IQ dari ponsel jauh lebih rumit ketimbang sekadar mendeteksinya. Untuk ponsel Android, misalnya, harus ada program khusus lagi untuk menghapusnya. Program tersebut tidak gratis alias berbayar.

Terungkapnya keberadaan Carrier IQ ini membuat beberapa otoritas di Eropa mencari tahu lebih jauh dampak yang bisa ditimbulkan. Mereka langsung menanyakan kepada operator telepon dan pabrikan ponsel cerdas, termasuk Apple, soal keamanan data pengguna ponsel cerdas.

Otoritas Bavarian untuk keamanan data di Jerman, misalnya, telah mengontak Apple untuk menanyakan masalah tersebut. Begitu pula dengan Prancis, Inggris, dan Italia. Mereka telah melakukan investigasi apakah Carrier IQ digunakan dalam wilayah yurisdiksi mereka. 

Apple mengaku akan menghentikan penggunaan peranti lunak tersebut. "Kami tak akan membenamkan Carrier IQ pada iOS 5 lagi dan akan menghapusnya secara total pada versi update," kata Natalie Harrison, juru bicara Apple dalam siaran persnya.

Sementara itu, perusahaan pembuat Carrier IQ terus membantah bahwa produk mereka melanggar privasi pengguna ponsel cerdas. "Kami sangat paham atas kecemasan terhadap Carrier IQ, tapi kami tak setuju dengan semua tuduhan itu.”

TECHJOURNAL | CNET | FIRMAN


View the original article here

10.49 | 0 komentar | Read More

Donat Pengaman Reaktor Nuklir

foto

Tanda bahaya radiasi terpasang di area simulasi saat petugas gabungan membersihkan area yang diduga terpapar radiasi diatas Kapal Bimaskti Utama di Pelabuhan Nilam, Tanjung Perak, Surabaya (11/03). Badan Pengawas Tenaga Nuklir bersama berbagai unsur Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kantor Kesehatan Pelabuhan terlibat dalam Gladi Lapang Nasional Penanggulangan Kedaruratan Radiologi 2011. TEMPO/Fully Syafi

Senin, 05 Desember 2011 | 03:48 WIB

TEMPO.CO,Serpong :-- Jangan terburu-buru anti terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir setelah meledaknya reaktor Fukushima Daiichi, Maret lalu, pascagempa dan tsunami menghantam Jepang. Reaktor itu memang tak disiapkan untuk menghadapi tsunami, yang berujung pada gagalnya sistem pendingin reaktor tersebut.

Pembangkit listrik tenaga nuklir masa depan akan menerapkan sistem pendingin pasif untuk mencegah terjadinya pemanasan berlebih pada inti reaktor.

Peneliti termohidrolika reaktor dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Efrizon Umar, menyatakan teknologi pendingin pembangkit listrik Fukushima masih menggunakan teknologi lama. Ketika tsunami menghantam pesisir timur Jepang, reaktor langsung dimatikan untuk mencegah terjadinya kebocoran radioaktif. Padahal reaktor masih menyimpan 10 persen panas, meski telah dimatikan.

Sesuai dengan prosedur pengamanan standar, pembangkit listrik Fukushima segera mengaktifkan pompa air bertenaga listrik untuk mendinginkan inti reaktor. Namun listrik penggerak pompa ikut terputus akibat diterjang tsunami. Akibatnya, sistem pendingin aktif gagal bekerja sehingga petugas pembangkit harus menggunakan air laut sebagai pendingin reaktor.

"Pendingin aktif seperti pada Fukushima sudah tidak layak sebagai pengaman reaktor," ujar Efrizon setelah dikukuhkan sebagai profesor riset di Puspiptek Serpong, Kamis lalu.

Solusi pendingin lain yang bisa diterapkan pada reaktor nuklir masa depan adalah sistem pendinginan penyungkup pasif (passive residual heat removal). Prinsip kerja pendingin ini adalah menyiapkan cadangan cairan pendingin di atas reaktor yang kemudian bisa dialirkan menuju teras reaktor saat terjadi kecelakaan. Aliran air kemudian memindahkan panas reaktor ke lingkungan menggunakan konveksi.

Berbeda dengan sistem pendingin aktif yang sangat bergantung pada energi listrik, teknologi baru ini hanya mengandalkan tarikan gravitasi. Pendingin pasif memberi harapan keamanan bagi insinyur pembangkit tenaga listrik ketika terjadi kegagalan reaktor.

Dalam rancangan pendingin pasif, air ditampung dalam penyungkup berbentuk donat raksasa yang dipasang di bagian teratas reaktor. Tangki ini terlindung oleh struktur beton yang melingkupi seluruh bagian reaktor. Di antara struktur beton dan tangki penampung air, terdapat saluran udara yang mengalirkan udara dingin dari lingkungan ke dalam pelindung reaktor.

Tangki air akan menyemprotkan air ke bagian bawah reaktor saat terjadi kecelakaan. Selama 72 jam, volume air yang disemprotkan mencapai 8 galon setiap menit. Waktu ini diharapkan cukup bagi insinyur reaktor mengetahui kerusakan yang mungkin timbul akibat kecelakaan.

Meski lebih unggul ketimbang teknologi pendingin sebelumnya, pendingin pasif belum mendapat tempat pada rancangan keselamatan reaktor mutakhir yang diterapkan oleh lembaga atom dan nuklir internasional (IAEA). Meski demikian, beberapa negara, seperti Cina dan Arab Saudi, mulai menerapkan teknologi pendingin pasif dalam pembangunan reaktor nuklir mereka.

Menurut Kepala Batan Hudi Hastowo, pendingin pasif adalah salah satu pendekatan paling maju dalam sistem keselamatan reaktor nuklir. Batan sebagai institusi penelitian nuklir berkepentingan dalam mempelajari teknologi pengamanan reaktor meski Indonesia belum memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir.

"Kelak, jika Indonesia membangun PLTN, tenaga ahli kami tidak akan gagap terhadap teknologi paling maju," kata Hudi.

l ANTON WILLIAM


View the original article here

10.49 | 0 komentar | Read More

Microsoft dan Komunitas Pengembang

Written By Catatan Humla on Sabtu, 03 Desember 2011 | 11.10

foto

Microsoft. REUTERS/Tobias Schwarz

Sabtu, 03 Desember 2011 | 05:44 WIB

TEMPO.CO, Jakarta:Saat ini sudah ada beberapa pengembang yang memanfaatkan tools untuk mengembangkan Open Source di Microsoft Platforms, di antaranya http://www.fupei.com dan http://prohukum.com.

Menurut Heriyadi, Microsoft telah bekerja sama dengan pengembang aplikasi Open Source Software (OSS) di Indonesia. “Bagi kami kerja sama ini akan saling menguntungkan, terutama di era cloud seperti saat ini,” katanya kepada Tempo, Kamis lalu.

Di era cloud, pengembang OSS dapat berfokus pada pengembangan aplikasi. Microsoft tinggal menyediakan platform andal, manajemen yang mudah, dan keamanan yang terjamin.

Selain itu, melalui Microsoft Open Source Interoperability Laboratory, Microsoft menjalankan kerja sama dengan berbagai komunitas.

Proyek tersebut bertujuan membangun jembatan antara Microsoft platform dengan proyek Open Source yang ada saat ini. “Ini termasuk menyediakan SDK, source code, dan dokumentasi,” kata Heriyadi.

Di Indonesia, Microsoft bekerja sama dengan Universitas Indonesia dalam mengembangkan Microsoft Open Source Interoperability Laboratory.

Kerja sama itu dilakukan dalam bentuk Microsoft Innovation Center, yang merupakan bagian dari program citizenship Microsoft.

Fokus utama Open Source Interoperability Laboratory di Universitas Indonesia adalah mencakup aplikasi Open Source dan platform Windows, tanpa batasan pada jenis teknologi yang digunakan.

Fokus awal Open Source Interoperability Laboratory adalah PHP dan Windows, mengingat besarnya komunitas PHP di Indonesia.

Adapun empat aktivitas utama dari Open Source Interoperability Laboratory, yakni penelitian mahasiswa, penelitian dosen, kompetisi inovasi, dan kolaborasi industri TI.

IQBAL MUHTAROM


View the original article here

11.10 | 0 komentar | Read More

YouTube Hadir dengan Desain Baru

Jum'at, 02 Desember 2011 | 10:37 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - YouTube hadir dengan wajah baru. Tampilan situs video berbagi itu kini lebih segar dan ringkas, tidak lagi bertumpuk-tumpuk dan penuh dengan unggahan video.

YouTube pun menyediakan kolom tersendiri yang memuat semua kategori seperti musik, hiburan, olah raga, juga video populer dan yang sedang hangat diperbincangkan. Ini juga memudahkan pencarian video.

Saat masuk ke YouTube, bagi Anda yang sudah memiliki akun bisa langsung melihat tampilan video dari kanal langganan Anda.

YouTube juga menyediakan tautan ke Google+ dan Facebook untuk berbagi video favorit ke jejaring sosial. Google tampaknya memang ingin mengintegrasikan semua produknya. Sebelumnya tautan YouTube juga dihadirkan dalam sebuah ikon kecil di Google+

Selain itu Google ingin sedikit menyeragamkan tampilan produk-produknya. Hal itu bisa dilihat dari warna hitam yang mendominasi kolom kategori, serupa dengan garis hitam yang ada pada tampilan mesin pencari Google.

IQBAL MUHTAROM | YOUTUBE


View the original article here

11.09 | 0 komentar | Read More

Microsoft Arch Touch, Tetikus Teman Perjalanan

Written By Catatan Humla on Selasa, 29 November 2011 | 11.40

foto

Microsoft Arc Touch.

Senin, 28 November 2011 | 09:24 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Microsoft sering meluncurkan aksesori komputer yang tergolong cukup keren, terutama di sektor wireless. Salah satunya Microsoft Arc Touch.

Mouse atau tetikus kelas premium dengan desain unik dan tak lazim ini lebih ditujukan bagi mereka yang sering bepergian.

Arc Touch Mouse adalah penerus Arc Mouse. Kelahiran Arc Mouse sendiri merupakan jawaban Microsoft atas kesuksesan besar yang diraih Magic Mouse buatan Apple.

Tempo kali ini mendapat kesempatan untuk mencoba, merasakan, dan menyentuh Arch Touch Mouse, yang dibanderol Rp 649 ribu.

Arch Touch Mouse terbuat dari bahan karet lentur yang nyaman digenggam. Kesan pertama Tempo melihat Arch Touch Mouse, ia tak seperti tetikus lain.

Desainnya yang unik, memanjang, dan ramping, lebih mirip seperti alat cukur elektrik atau remote control.

Untuk terhubung dengan komputer, Microsoft menyediakan nano-transceiver. Masukkan nano-transceiver ke port USB, lalu tekuk bodi Arch Touch Mouse untuk menyalakan power, dan tetikus siap digunakan.

Ketika dibawa bepergian, transceiver ini bisa ditempelkan di bawah tetikus. Ia tak akan lepas dan menempel kuat berkat magnet yang ada di dalamnya.

Ketika power sudah on, di bagian atas tetikus terdapat lampu kecil berwarna hijau. Itu artinya daya baterai dalam kondisi bagus. Ketika daya menipis, warna lampu berubah kekuningan.

Di bagian depan bawah terdapat lampu berwarna biru yang disebut BlueTrack. Teknologi BlueTrack membuat tetikus ini dapat digunakan di atas sembarang permukaan.

Ketika Tempo mencoba menjalankan Arch Touch Mouse di komputer dengan sistem operasi Windows XP, tak ada respons sama sekali. Itu lantaran tetikus ini memang dibikin khusus untuk mendukung Windows 7.

Saat dijalankan di komputer berbasis Windows 7, secara instan tetikus ini dikenali dan langsung dapat digunakan tanpa perlu driver tambahan.

Arch Touch Mouse memiliki semua fungsi tetikus kebanyakan, termasuk tombol klik kanan dan kiri. Yang unik, tak ada roda yang berfungsi sebagai scrolling.

Sebagai pengganti, di bagian tengahnya terdapat garis yang sensitif terhadap sentuhan. Ketika disentuh, sensasi getar akan terasa di ujung jari. Tak adanya roda ini membuat Arch Touch Mouse terkesan elegan.

Jika terbiasa menggunakan tetikus “normal”, Anda pasti merasa canggung ketika memakai Microsoft Arc Touch Mouse untuk pertama kali, seperti yang Tempo rasakan.

Bukan karena minim fitur, melainkan lantaran desainnya yang tak lazim. Arc Touch Mouse memiliki ukuran yang lebih besar daripada tetikus lain. Dibutuhkan sedikit waktu untuk membiasakan menggunakan tetikus ini. Ketika sudah terbiasa, akan terasa nyaman.

Arc Touch Mouse tampaknya didesain bagi mereka yang sering bepergian. Sebab, ketika dalam keadaan off, yakni berbentuk lurus, tetikus ini dapat dimasukkan ke saku. Tak terlihat menonjol.

FIRMAN

PLUS:

+ desain unik dan fleksibel,

+ nyaman dibawa ke mana saja,

+ desain ergonomis,

+ teknologi BlueTrack membuat tetikus bisa digunakan di mana pun, dan

+ scrolling menggunakan sentuhan jari.

MINUS:

- harga relatif mahal,

- tak nyaman jika tak terbiasa,

- harus selalu terhubung dengan transceiver USB, dan

- hanya berjalan dengan sistem operasi Windows 7.


View the original article here

11.40 | 0 komentar | Read More

Napi di Korea Akan Diawasi Robot

Senin, 28 November 2011 | 17:05 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Para narapidana di penjara Korea Selatan akan kedatangan penghuni baru mulai Maret tahun depan. Penghuni ini tergolong unik. Sebab, dia bukan manusia, tapi robot penjaga.

Dikutip dari CNET, Senin, 28 November 2011, tiga unit robot akan diuji coba. Mereka ditempatkan di penjara Pohang untuk memantau aktivitas mencurigakan, seperti perilaku yang menjurus ke tindak kekerasan atau bunuh diri dan melaporkannya pada sipir bertugas.

Proyek robot sipir ini didanai oleh pemerintah dengan biaya satu juta won, atau kurang lebih Rp 7,7 miliar. Para napi juga bisa berkomunikasi dengan sipir yang sedang bertugas melalui fitur komunikasi jarak jauh yang telah dibenamkan dalam robot ini.

"Kami hampir selesai membuat sistem operasinya. Saat ini kami sedang bekerja menyempurnakan detailnya agar robot ini terlihat lebih bersahabat untuk para narapidana," ujar Profesor Lee Baik Chul dari Universitas Kyonggi, yang mengepalai proses desain robot ini.

Robot yang dilengkapi kamera dan sensor ini tidak terlalu tinggi, hanya 1,5 meter, dan bergerak dengan menggunakan empat roda. Robot ini rencananya akan lebih banyak dipakai pada malam hari.

"Robot ini bukan terminator. Tugas mereka bukan menghukum para narapidana yang melakukan kekerasan. Mereka bertugas untuk membantu, sehingga bila narapidana mengalami situasi yang mengancam nyawanya atau sedang sakit parah dapat mencari pertolongan dengan segera," ujar Lee menambahkan.

Korea Selatan saat ini memang sedang berusaha menjadi pemimpin dalam bidang robotik. Negeri Ginseng ini sebelumnya telah mendesain robot untuk mengajar bahasa Inggris di sekolah, membersihkan rumah, hingga menjaga perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara.

CNET | TELEGRAPH | RATNANING ASIH


View the original article here

11.15 | 0 komentar | Read More

Pertama di Dunia, Anggrek Mekar Malam

foto

Anggrek nocturnal. Foto: ouramazingplanet.com

Senin, 28 November 2011 | 22:18 WIB

TEMPO.CO, Kew - Anggrek nocturnal, yang hanya mekar ketika gelap malam tiba, ditemukan di sebuah pulau tropis di Pasifik Selatan. Perilaku spesies anggrek yang nyeleneh itu adalah hal baru di dunia anggrek.

Spesies baru bunga yang mekar di malam hari itu, Bulbophyllum nocturnum, telah selesai dideskripsikan oleh para ilmuwan dari Royal Botanic Gardens, Kew, di Inggris, dan Center for Biodiversity Naturalis di Belanda. Peneliti Belanda Ed de Vogel mengumpulkan spesimen tumbuhan misterius dari sebuah lokasi penebangan kayu ketika melakukan kerja lapangan di New Britain, sebuah pulau vulkanis besar di Papua Nugini.

Namun kebiasaan anggrek itu mekar di malam hari belum diketahui hingga baru-baru ini. De Vogel dan koleganya menanam kembali tumbuhan itu setibanya di Belanda, dan anggrek itu tumbuh subur dalam rumah kaca. Ketika salah satu tanaman mengeluarkan kuntum, para ilmuwan menantikan kapan anggrek langka dan aneh dari genus Bulbophyllum itu mekar.

Mereka kecewa ketika keeseokan harinya kuntum itu kering dan layu tanpa mekar. Akhirnya de Vogel membawa tanaman itu pulang. Dua jam sebelum tengah malam, sekuntum bunga mulai mekar, memunculkan bunga yang belum pernah dilihat ilmuwan sebelumnya.

Observasi selanjutnya mengungkap bahwa bunga lain ikut mekar pada pukul 10 malam dan keesokan harinya, sekitar 12 jam setelah mekar, bunga layu.

Spesies tanaman lain yang juga mekar di malam hari adalah bunga bangkai, namun bunga yang mengeluarkan bau daging busuk itu tetap mekar selama sehari. Tanaman lain, seperti kaktus ratu malam (Selenicereus grandiflorus) dan pohon Oroxylum indicum juga mekar di malam hari dan menguncup kembali pada dini hari.

Meski demikian, Bulbophyllum nocturnum adalah satu-satunya anggrek yang mekar di malam hari dan menutup kembali ketika siang tiba. Belum diketahui mengapa tumbuhan itu berbunga di waktu malam. “Mungkin ada lalat yang mencari makan di malam hari menyerbuki anggrek itu,” kata peneliti.

LIVESCIENCE | TJANDRA


View the original article here

10.58 | 0 komentar | Read More

Proteksi Anak dengan ESET Smart Security 5

Written By Catatan Humla on Minggu, 27 November 2011 | 11.35

Rabu, 23 November 2011 | 21:03 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Internet kini bukan barang mewah, terutama untuk kawasan perkotaan. Dengan besarnya manfaat yang didapat dari internet tak heran bila banyak keluarga yang kemudian membawa teknologi ini ke dalam rumah.
Hanya, Internet bak pisau bermata dua. Misalnya, melalui internet dapat diakses berbagai konten yang tidak seharusnya dilihat anak-anak, seperti pornografi, kekerasan, atau perjudian.
Sedangkan kontrol secara fisik oleh orang tua juga tidak efektif menyelesaikan masalah. Untuk ini ESET meluncurkan Smart Securiy Versi 5, yang memiliki fitur Parental Control untuk memproteksi anak di dunia maya.
“Kebutuhan rasa aman dan nyaman anak-anak, yang pada kenyataannya juga menggunakan internet, nyaris terlupakan sehingga fasilitas khusus untuk itu kini dihadirkan dalam produk terbaru ESET, yaitu ESET Smart Security Versi 5 Home Edition,” ujar Chrissie Maryanto, Marketing Director PT Prosperita-ESET Indonesia dalam rilisnya, Rabu, 23 November 2011.
Dengan fitur ini, orang tua dapat menyetel filter sistem pengawasan dan keamanan sendiri, sehingga situs dengan konten yang tidak layak diakses oleh anak-anak dapat diblokir dengan sendirinya.
Selain untuk anak, terdapat pula tiga pilihan setting dalam fitur Parental Control ini, yaitu Teen untuk remaja dan Parent untuk orang tua, yang disusun untuk memenuhi kebutuhan masing-masing anggota keluarga. Produk ESET Smart Security 5 saat ini sudah dapat ditemui pasar Indonesia.
RATNANING ASIH


View the original article here

11.35 | 0 komentar | Read More

Kaspersky Endpoint Security 8 Cegah Malware

Written By Catatan Humla on Kamis, 24 November 2011 | 16.43

Rabu, 23 November 2011 | 20:26 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Survey terakhir yang dilakukan Kaspersky Lab menyebutkan bahwa 91 persen perusahaan mengalami setidaknya satu kali insiden keamanan teknologi informasi (TI) dalam setahun terakhir.
Sepertiga dari responden pernah kehilangan data akibat infeksi malware. Perkembangan malware tahun ini juga meningkat pesat, sehingga perusahaan diharapkan makin waspada dengan ancaman serangan cyber.
"Satu malware baru muncul tiap 1,2 detik," ujar Gun Suk Linh, Director Corporate Sales APAC Kaspersky Lab dalam jumpa pers di Le Meridien, Jakarta, Rabu, 23 September 2011.
Untuk mengantisipasi pesatnya ancaman serangan cyber, Kaspersky Lab hari ini meluncurkan Kaspersky Endpoint Security 8 untuk Windows dan Kaspersky Security Center 9, yang merupakan perlindungan terbaru dan konsol manajemen menyeluruh yang ditargetkan untuk pelanggan korporat.
Kaspersky Endpoint Security 8 merupakan kelanjutan dari Kaspersky Administration Kit, yang dilengkapi dengan beberapa fitur terbaru untuk pengawasan dan pengelolaan yang menyeluruh, baik dalam lingkungan fisik maupun virtual.
Fitur utama yang ditawarkan antara lain enhanced protection, engine anti virus terbaru dengan pattern-based signature yang ditingkatkan sehingga dapat mendeteksi malware secara lebih efisien.
Selain itu, terdapat pula modul system watcher yang memantau aktivitas program jahat dan memiliki kemampuan untuk membatalkan kerusakan yang diakibatkan program tersebut.
Kaspersky Endpoint Security 8 juga terintegrasi dengan layanan cloud yang disebut Kaspersky Security Network. Ini merupakan database ancaman berbasis cloud, yang mengumpulkan dan saling bertukar informasi, file, reputasi URL maupun informasi malware secara real-time.
"Manfaat yang bisa diambil adalah waktu yang dihabiskan untuk menangani malware bisa dipersingkat dari dua jam menjadi beberapa puluh detik saja," ujar Peter M. Beardmore, Senior Director of Product Marketing Kaspersky.
Solusi ini juga memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk mengontrol standar keamanannya, seperti memantau, membatasi, hingga memblokir, aktivitas aplikasi tertentu dengan menggunakan fitur Application Control dan Whisteling.
RATNANING ASIH
View the original article here
16.43 | 0 komentar | Read More

iPhone Akan Gunakan Teknologi NFC

Rabu, 23 November 2011 | 14:30 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Apple berencana membenamkan teknologi Near Field Communication (NFC) pada iPhone generasi berikut. Teknologi NFC ini akan mendukung transaksi elektronik yang tersedia dalam iOS e-wallet.
Mengutip laporan New York Times, Apple akan bekerja sama dengan Qualcomm untuk pemasangan cip NFC tersebut. Dengan teknologi NFC ini pengguna iPhone bisa memanfaatkan ponsel mereka sebagai dompet elektronik untuk keperluan transaksi.
Hal tersebut akan semakin memudahkan ratusan juta pelanggan iTunes dalam melakukan proses transaksi. Pengguna iPhone tinggal melekatkan ponselnya ke sebuah sensor NFC, memasukkan password Apple ID, dan seketika itu pembayaran dilakukan.
Rencana Apple ini tentu akan semakin memperluas penetrasi teknologi NFC. Saat ini ponsel cerdas yang menggunakan NFC kurang dari 10 persen. Dengan semakin banyaknya penggunaan NFC, diproyeksikan hingga tiga tahun ke depan lebih dari 50 persen ponsel cerdas sudah menggunakan NFC.
Selain Apple, Microsoft juga disebut-sebut akan menyediakan NFC pada ponsel Windows Phone yang akan diluncurkan pada 2012. Sepanjang 2011 cip NFC mulai banyak digunakan pada sejumlah ponsel seperti Samsung, HTC, Nokia, dan BlackBerry.
Namun ternyata penggunaan teknologi NFC ini masih membutuhkan banyak dukungan infrastruktur, seperti masalah standar spesifikasi NFC serta ketersediaan ekosistem dan operasi komersial untuk penggunaan NFC. Untuk mengatasi tak adanya standardisasi NFC, asosiasi GSM telah mendorong sebuah protokol SIM berbasis NFC.
Protokol ini mendapat dukungan dari 45 operator di seluruh dunia, termasuk AT & T dan Verizon, dua penyedia layanan nirkabel terbesar di Amerika.
Selain itu terdapat operator telekomunikasi seperti Orange, Vodafone, Telefonica, Deutsche Telekom, Korea Telecom, Bharti Airtel, China Mobile, dan China United Network Communications. "Ini memberi arah yang jelas bagi vendor handset dan pengembang aplikasi untuk pemanfaatan NFC," demikian bunyi laporan dari asosiasi GSM tersebut.
APPLEINSIDER | IQBAL MUHTAROM
View the original article here
16.18 | 0 komentar | Read More