Kategori

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sutan Tantang Ridwan Buka Proyek ESDM

Written By Catatan Humla on Selasa, 06 Desember 2011 | 09.44

foto

Sutan Bhatoegana. TEMPO/Imam Sukamto

Selasa, 06 Desember 2011 | 08:01 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Sutan Bhatoegana, menantang terdakwa Ridwan Sanjaya buka-bukaan dalam proyek solar home system. Dia berkukuh tidak terlibat dalam proyek Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral senilai Rp 526 miliar itu.

"Bongkar saja (kasus itu) kalau ada bukti," ujar Sutan saat dihubungi, Senin, 5 Desember 2011. "Saya dan pengacara bahkan akan meminta kepada KPK agar kasus Ridwan itu dibongkar."

Ridwan menuding Sutan, anggota DPR dari Partai Demokrat, bermain dalam proyek di kementerian pada 2009 itu. Ridwan adalah pejabat pembuat komitmen dalam proyek tersebut. Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Ridwan juga menyebut sejumlah anggota Dewan terlibat dalam kasus proyek itu. Salah satu caranya dengan menitipkan proyek agar menang tender.

Sutan menegaskan tak pernah mengenal Ridwan yang kini meringkuk di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Ridwan diancam hukuman 20 tahun penjara lantaran kasus korupsi solar home system pada 2009 itu. Menurut Sutan, mekanisme proyek di Kementerian berjalan seperti pengajuan proyek di kementerian lainnya. "Kementerian mengajukan anggaran ke Komisi di DPR, sama seperti komisi lainnya," katanya.

Ahmad Riyaldi, anggota Komisi Energi dari Partai Keadilan Sejahtera menambahkan, pengajuan anggaran untuk proyek di kementerian diajukan dalam rapat pada tahun sebelumnya. Nah, kata dia, dalam rapat itu, DPR akan meminta Kementerian menjelaskan. "Kalau logis, ada anggarannya. Dan jika memang dibutuhkan, tidak ada masalah lalu dilanjutkan ke Badan Anggaran DPR," katanya. Ihwal dugaan praktek anggota Dewan bermain menitipkan perusahaan miliknya atau kerabatnya, Ahmad menyatakan tidak tahu secara persis.

Namun, anggota Komisi Hukum DPR, Wa Ode Nurhayati, menyebutkan bahwa praktek titip-menitip proyek mungkin saja terjadi. "Peluang bermain itu ada karena DPR merupakan sentra informasi," ujarnya kemarin. Menurut dia, dugaan praktek itu terjadi karena DPR mengetahui adanya proyek baru yang bakal dikerjakan pemerintah sejak perencanaan hingga pembahasan.

RINA WIDIASTUTI | IRA GUSLINA | SUKMA


View the original article here

09.44 | 0 komentar | Read More

Wafid Bantah Punya 'Deal' Soal Wisma Atlet dengan DGI

Selasa, 06 Desember 2011 | 01:22 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Wafid Muharam, eks Sekretaris Menpora yang kini menjadi terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games,  membantah keterlibatannya dalam pengaturan tender pelaksanaan pembangunan Wisma Atlet Jakabaring Palembang yang akhirnya dimenangkan oleh PT Duta Graha Indah.

"Dalam hal ini, tidak ada niat dari saya untuk membantu PT Duta Graha Indah," kata Wafid dalam sidang dengan agenda pembacaan pledoi (nota pembelaan) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin malam, 5 Desember 2011.

Menurut dia, anggapan bahwa ada upaya dari dirinya untuk membantu Duta Graha Indah dalam memenangkan proyek pembangunan Wisma Atlet adalah tidak benar. Pada saat Duta Graha Indah meminta untuk diikutsertakan dalam proyek Wisma Atlet, Wafid meminta Duta Graha Indah untuk menghubungi Pemerintah Daerah Sumatera Selatan karena pelaksanaan proyek itu diserahkan kepada pemerintah daerah.

“Pembangunan Wisma Atlet adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah Sumatera Selatan,” ujar Wafid. Selain itu, ucap Wafid, dia juga tidak memantau pemenang lelang proyek Wisma Atlet di Pemerintah Daerah Sumatera Selatan. “Yang kami pantau adalah pembangunan wismanya.”

Mengenai komitmen fee sebesar 2 persen yang diberikan Duta Graha Indah diakui Wafid baru diketahuinya setelah dia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dan membaca berita di media massa. “Demi Allah, tidak ada komitmen apa pun yang diberikan mereka (Duta Graha Indah) kepada saya. Saya tidak paham dengan angka itu,” katanya.

Meski begitu, Wafid tak membantah jika Kementerian Pemuda dan Olahraga membutuhkan dana untuk membayar honor panitia Sea Games. Wafid pun menyampaikan kepada Paul Nelwan untuk meminjam dana guna memenuhi kebutuhan honor itu. Kemudian, Paul menyarankan agar Wafid meminjam dana kepada Mindo Rosalina Manulang.

“Tanpa konfirmasi, Rosa datang bawa dana pinjaman dalam bentuk cek senilai Rp 3,2 miliar untuk honor panitia Sea Games yang belum dibayar, antisipasi kongres PSSI, dan hutang-hutang,” ujar Wafid. Menurutnya, cek itu diserahkan kepada Poniran untuk disimpan dan tak ada maksud lain dari penyerahan cek itu kepada Poniran.

Kuasa hukum Wafid, Erman Umar, meminta Majelis Hakim yang diketuai Marsudin Nainggolan agar menyatakan Wafid tidak terbukti bersalah melakukan perbuatan pidana korupsi sebagaimana dakwaan kesatu yakni Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Kami meminta agar Majelis Hakim melepaskan terdakwa dari segala dakwaan atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum,” ujar Erman.

Selain itu, dia juga meminta Majelis Hakim untuk menyatakan bahwa benar Wafid telah menerima cek mundur 3 lembar dari BCA dan Bank Mega dari Mindo Rosalina Manulang sebesar Rp 3,2 miliar. “Tapi pemberian cek itu dalam rangka pinjaman dana talangan untuk kegiatan Kemenpora,” ucap Erman.

PRIHANDOKO


View the original article here

09.35 | 0 komentar | Read More

Ada Politikus DPR di Balik Menangnya Abraham Samad

Written By Catatan Humla on Sabtu, 03 Desember 2011 | 10.15

foto

Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2016. Jakarta (02/12). TEMPO/Jacky Rachmansyah

Sabtu, 03 Desember 2011 | 01:53 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015 cukup mengejutkan banyak kalangan. Namun, banyak yang tidak mengira bahwa munculnya nama Abraham sebenarnya sudah digadang-gadang cukup lama untuk dijadikan pengganti Busyro Muqoddas.

Adalah Wakil Ketua Fraksi Partai Hanura Syarifudin Sudding yang pertama mengajukan nama Abraham untuk dijadikan ketua KPK. Sudding menyampaikan usulannya kepada perwakilan enam fraksi di Komisi hukum DPR, yang belakangan diketahui berperan menumbangkan Yunus Husein dan Aryanto Sutadi sekaligus memenangkan Abraham.

Enam fraksi yang 'berkoalisi' di bawah bendera Opsi C hak angket kasus Century tersebut terdiri dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi PKS, Fraksi PPP, Fraksi Hanura, dan Fraksi Gerindra.

"Saya hanya menawarkan tentang figur. Lalu kawan-kawan melakukan investigasi terhadap sosok ini, akhirnya ketemulah seperti ini," kata Sudding di Komisi Hukum DPR, Jumat 2 Desember 2011.

Sudding menyodorkan nama Abraham bukan tanpa pertimbangan. Legislator asal Makasar, Sulawesi Selatan, ini sudah lama mengenal sosok Abraham, yang juga pria asal Makasar. Keduanya sama-sama menjadi aktivis sejak tahun 1980an.

Menurut Sudding, Abraham memilik rekam jejak yang cukup bagus. "Dia juga pegiat antikorupsi. Cukup banyak kasus yang diadvokasi dan itu berhasil," kata dia menerangkan sosok Abraham.

Abraham dinilainya sebagai sosok yang dapat dipercaya dan berintegritas. Abraham akan melaksanakan setiap kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Apalagi, ketika uji kelayakan dan kepatutan, Abraham berani menyatakan mundur jika gagal mengemban tugas.

Pernyataan Abraham tersebut menurut Sudding seirama dengan adat budaya kampung halaman mereka. "Orang disana ketika sudah diucapkan itu harus dilaksanakan. Itu budaya yang dipegang orang sana," ujarnya. "Jadi tidak bisa dia main-main dengan apa yang disampaikan kemarin."

Keyakinan Sudding bertambah ketika Abraham bersedia meneken pakta integritas yang disodorkan usai menjalani uji kelayakan, Senin lalu.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan Bambang Widjojanto, Abraham lebih cocok dijadikan ketua komisi antikorupsi. Ia beralasan, pria 46 tahun tersebur adalah orang daerah yang belum terkontaminasi berbagai macam kepentingan dan hiruk pikuk kekuasaan dan politik yang ada di Jakarta. "Dia masih betul-betul buta," ujarnya.

Dengan 'kebutaan' tersebut, Sudding berharap Abraham selalu mengacu pada prinsip hukum ketika melaksanakan tugasnya selaku ketua KPK, dan tidak didasarkan pada kepentingan-kepentingan politik dan kekuasaan. "Usia semuda itu dalam menjalankan tugasnya kita harapkan penuh kematangan menjaga emosionalnya," kata dia.

MAHARDIKA SATRIA HADI


View the original article here

10.15 | 0 komentar | Read More

Abraham Samad Mengaku Murid Kesayangan Lopa

foto

Abraham Samad. TEMPO/Aditia Noviansyah

Sabtu, 03 Desember 2011 | 04:49 WIB

TEMPO.CO, Jakarta:Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru terpilih Abraham Samad yakin pemberantasan korupsi di tanah kelahirannya, Makasar, tak akan pudar. Ia mengatakan, sepeninggalannya, akan tumbuh generasi aktivis pemberantasan korupsi disana.

"Setiap zaman melahirkan seseorang, dan seseorang itu lahir di zaman-zaman tertentu. Saya pergi pasti akan ada yang menggantikan," ujarnya kepada Tempo sesaat sesudah terpilih sebagai Ketua KPK, Jumat 2 November 2011.

Abraham dipilih 43 suara dalam voting di komisi hukum DPR. Ia pun terpilih menjadi ketua KPK. Abraham sendiri dikenal sebagai aktivis anti korupsi di Makasar. Ia dikenal sebagai seorang penggagas sekaligus Koordinator ACC (Anti Corruption Committee) di Sulsel. Pria kelahiran Sulawesi Selatan, 27 November 1966 ini juga seorang pengacara di tanah kelahirannya itu.

Ia mengaku, dorongan untuk menjadi pimpinan KPK lahir dari mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa. Ia mengaku dekat dengan pria yang menyeret mantan Presiden Soeharto ke meja hijau ini, meskipun akhirnya gagal. "Sebenarnya cita-cita saya sederhana. Saya ingin membawa cita-cita pemberantasan korupsi Baharuddin Lopa. Saya termasuk muridnya yang paling disayang waktu kuliah," ujarnya.

Tak hanya semangat, Abraham mengatakan akan meniru metode Baharuddin Lopa saat menjadi jaksa agung. ia mengatakan, hal ini pernah disampaikannya pada uji kelayakan dan kepatutan di komisi hukum. "Dia memeriksa kembali semua kasus-kasus yang ditangani kejaksaan agung karena dia tidak percaya. Itu yang mungkin akan saya lakukan. Supaya hasil penyelidikan teman-teman di tingkat bawah itu benar-benar bisa kita pertanggungjawabkan," ujarnya.

FEBRIYAN


View the original article here

09.50 | 0 komentar | Read More

Terpidana Ipad Siapkan Jurus Pamungkas

Written By Catatan Humla on Selasa, 29 November 2011 | 10.19

Selasa, 29 November 2011 | 06:36 WIB

TEMPO.CO, Jakarta-

Terpidana kasus Ipad, Charlie Mangapul Sianipar, telah menyiapkan saksi terakhir untuk bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nanti.”Kami sudah menunjuk saksi ahli seorang pakar hukum pidana,” kata Charlie kepada Tempo Senin malam, 28 November 2011. Sidang pengajuan saksi terakhir dari Charlie ini akan digelar tanggal 5 Desember mendatang.

Charlie, 46 tahun, enggan menyebut nama pakar hukum pidana itu. Ia mengatakan kerahasiaan ini perlu agar tim jaksa penuntut hukum tidak keburu menyiapkan langkah menghadapi mereka. Cara ini dibutuhkan agar jaksa terus menghadapi kejutan dari pembelaan tim Charlie. “Kami ingin membuktikan bahwa ada upaya kriminalisasi di kasus ini,” kata pria berkumis lebat ini.

Charlie ditangkap di toko komputer miliknya di Mal Ambasador pada 2 November lalu. Ia ditangkap oleh belasan polisi yang menyamar menjadi pembeli Ipad. Polisi yang menangkapnya beralasan Charlie tak memiliki buku petunjuk berbahasa Indonesia untuk Ipad yang ia jual. Ketiadaan buku ini, menurut polisi, adalah pelanggaran hukum.

Tuduhan ini kemudian berbalik menyerang polisi. Pada agenda persidangan September lalu, polisi yang memberikan kesaksian dibuat terperangah saat Charlie menunjukkan buku petunjuk berbahasa Indonesia yang ada di dalam Ipad. Ternyata polisi yang menangkap para penjual Ipad selama ini tak mengetahui di dalam Ipad sudah ada buku petunjuk sendiri.

Mustafa Silalahi


View the original article here

10.19 | 0 komentar | Read More

Tiga Mayat Ditemukan Dekat Jembatan Kartanegara

foto

Evakuasi runtunya jembatan Kertanegara di Tenggarong, Kab upaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. TEMPO/ Firman Hidayat

Selasa, 29 November 2011 | 00:44 WIB

TEMPO.CO, Jakarta- Tim SAR menemukan tiga lagi korban ambruknya jembatan Kartanegara di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa 29 November 2011 dini hari. Secara keseluruhan jumlah korban tewas yang sudah ditemukan adalah 16 orang. "Dua laki-laki dan seorang perempuan," kata Ambriani, petugas pencatatan jenazah dari PMI Kalimantan Timur. 

Ketiga mayat sulit dikenali dari wajah karena kondisinya membusuk setelah terendam selama lebih dua hari. Jenazah pertama ditemukan pada pukul 12.30 Waktu Indonesia Tengah. Saat dievakuasi, jenazah dengan tubuh membengkak itu mengenakan kaos lengan panjang warna hitam, celana jeans biru merek stoner. Ciri-ciri lain belum diketahui karena saat ditemukan tak ditemukan identitas di tubuhnya.

Jenazah kedua, jenis kelamin laki-laki. Mengenakan kaos putih dengan lengan warna merah sebelah kiri. Celana pendek berwarna cokelat. Di bagian punggung kaos yang dikenakan tertulis BKD Kutim. Jenazah ditemukan berselanglimamenit dari jenazah pertama.

Sedangkan jenazah ketiga yang berhasil dievakuasi jenis kelamin perempuan. Mengenakan kaos berwarna cokelat dan celana panjang warna hitam. Ciri-ciri lain rambut ikal panjang. Saat ditemukan, jenazah masih mengenakan anting-anting di kedua telinga.

Ketiganya berhasil ditemukan tim SAR masih di sekitar jembatan yang runtuh. Seluruh korban mengapung di saat air Sungai Mahakam pasang. "Sekitar 200 meter dari dermaga posko tim SAR," katanya.

FIRMAN HIDAYAT


View the original article here

09.58 | 0 komentar | Read More

Bawa Anak, Mantan Pengawal Ibas Tak Bisa Masuk

Written By Catatan Humla on Minggu, 27 November 2011 | 09.40

foto

BJ Habibie (kedua kanan) memberikan ucapan kepada kedua mempelai Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Rubi Aliya Rajasa Edhie Baskoro Yudhoyono pada resepsi pernikahan di Jakarta Convention Center, Jakarta (26/11). ANTARA/Puspa Perwitasari

Sabtu, 26 November 2011 | 21:01 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Menghadiri resepsi perkawinan Edhie Baskoro Yudhoyono-Siti Rubi Aliya Rajasa ternyata harus taat aturan. Maklum undangan hanya bisa digunakan untuk dua orang.

Aturan ini membuat seorang mantan pengawal Ibas, begitu putra bungsu Presiden SBY ini disapa, tak bisa masuk ke dalam ruangan karena membawa seorang anak.

"Saya tidak bisa masuk karena ada tiga orang," kata Iriono yang ditemui di depan Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center, Sabtu 26 November 2011.

 Iriono datang berseragam merah dengan Istri dan putrinya. "Ya mau gimana lagi, tadi dari depan di arahkan utuk masuk karena membawa anak," ujar pria yang menjadi ajudan Ibas selama dua bulan semasa berkuliah di Curtin University.

Ternyata panitia memberikan pilihan. Mereka menyarankan yang masuk bisa Iriono dan Istri atau Iriono dan anaknya saja. "Tapi kasian kan kalau ditinggal salah satunya," kata dia. Jadi kini ia memilih menunggu keputusan panitia untuk mencari solusi bagi mereka.

Akhirnya hingga pukul 21.00 WIB, Iriono memilih jalan sendiri. Adapun istri dan putrinya memilih berada di mobil karena putri mereka sudah mengantuk.

DIANING SARI


View the original article here

09.40 | 0 komentar | Read More

Jembatan Roboh, Presiden SBY Ucapkan Dukacita

foto

Jembatan Kutai Kartanegara runtuh. TEMPO/ Firman Hidayat

Sabtu, 26 November 2011 | 18:31 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Ambruknya jembatan di aliran Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ternyata menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Satu setengah jam sebelum resepsi pernikahan putra bungsunya, Presiden SBY menerima kabar tidak sedap ini dari Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

"Sementara ini tiga orang meninggal, 17 orang luka-luka," ujar Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi di ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center, Sabtu, 26 November 2011.

Melihat jatuhnya korban, Presiden langsung memanggil Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. "Malam ini juga, mereka akan take-off nanti jam 19.00 WIB langsung ke lokasi kejadian," ujar Sudi. Kedua menteri tersebut akan disusul Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Begitu mendapat laporan, menurut Sudi, Presiden Yudhoyono langsung memanggil menteri terkait. "Termasuk saya, Kapolri, agar rapat, seperti biasanya rapat dengan arahan-arahan yang sangat jelas untuk dilakukan," tutur dia. Saking mendadaknya, rapat pun digelar di holding room Jakarta Convention Center.

"Bapak Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban," kata Sudi. Acara mantu putra Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, dengan Siti Rubi Aliya Rajasa tak mengganggu kinerja Presiden. "Di Cipanas pun beliau sempat menggelar sidang kabinet dan menandatangani Rancangan Undang-Undang, jadi semuanya mengalir, tidak ada yang terputus," ujar dia.

Presiden, kata Sudi, terus memantau situasi terakhir di kawasan Mahakam untuk memutuskan kunjungan langsung ke sana. Pemantauan tersebut diambil dari tiga menteri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang langsung turun ke lokasi. "Apakah Bapak Presiden ke sana atau tidak, kami lihat perkembangannya," papar dia.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Timur Pradopo menuturkan semua kegiatan ekonomi maupun pemerintahan tidak boleh terganggu akibat ambruknya jembatan. "Presiden menyatakan perlu langkah-langkah darurat untuk supaya masyarakat bisa tetap melaksanakan kegiatan," kata dia.

DIANING SARI

Berita Lainnya:

Foto-foto Ambruknya Jembatan Mahakam

Foto Nakalnya Pose Cut Mutia

Foto Romantis Ibas-Aliya Sebelum Menikah


View the original article here

09.19 | 0 komentar | Read More

Kementerian PU Selidiki Penyebab Jembatan Roboh

foto

Jembatan Kutai Kartanegara runtuh. TEMPO/ Firman Hidayat

Sabtu, 26 November 2011 | 18:07 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab ambruknya Jembatan Tenggarong di Kalimantan Timur. “Daripada nanti saya salah memberikan informasi, jadi beri saya waktu dulu,” kata dia ketika dihubungi Tempo, Sabtu, 26 November 2011.

Menurut Djoko, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Timur untuk meninjau ke lokasi. Ia yakin jembatan ambruk bukan karena konstruksi dan fondasi yang tidak kuat. “Sedang kami cek dulu, nanti kalau ada perkembangan akan diberi tahu,” ujarnya.

Jembatan Tenggarong yang melintasi Sungai Mahakam di Kalimantan Timur runtuh, Sabtu sore ini. Kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 16.15 WITA. Sedikitnya belasan orang menjadi korban dari ambruknya jembatan tersebut dan segera dilarikan ke rumah sakit.

ROSALINA


View the original article here

09.02 | 0 komentar | Read More

Korban Bertambah, Satu Bayi Tewas Tenggelam

foto

Jembatan Mahakam yang membentang antara Tenggarong dan Tenggarong Seberang ambruk (26/11). TEMPO/ Firman Hidayat

Sabtu, 26 November 2011 | 19:06 WIB

TEMPO.CO, Tenggarong - Sedikitnya empat orang tewas dalam musibah robohnya jembatan pengubung antara Kecamatan Tenggarong Kota dan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sore tadi. Satu orang korban teridentifikasi bernama Alifa berumur 6 bulan.

Alifia bersama keluarganya berada di tengah-tengah saat jembatan sepanjang 700 meter itu runtuh. Mobil Xenia hijau yang mengangkut Alifia sekeluarga langsung tercebur dan tenggelam di aliran Sungai Mahakam.

"Masih empat anggota keluarga saya belum ketemu," kata tante korban, Aty, 35 tahun di kamar jenazah, Rumah Sakit Parikesit, Tenggarong, Sabtu, 26 November 2011.

Menurut Aty, Alifia pergi bersama empat anggota keluarganya yaitu ayahnya Budi Yulianto, Rusmini sang ibu, dan dua saudaranya Aldi dan Alisa. Kini empat orang ini belum dapat diketahui keberadaannya. Mobil yang ditumpangi para korban juga masih belum bisa dievakuasi dari dalam sungai. "Mereka dari latihan Kempo di Tenggarong Seberang menuju Tenggarong Kota, ini perjalanan harian," kata Aty.

Selain Alifa, korban lain yang teridentifikasi bernama Fairus, 19 tahun, Agus, 25 tahun, dan seorang jasad pria tanpa identitas. Seluruh korban dibawa ke RS Parikesit yang kini kondisinya sesak. Di Rumah Sakit ini turut dirawat 17 korban luka-luka.

Berdasarkan pengakuan beberapa penduduk di sekitar jembatan, Pemerintah Kota sedang melakukan perbaikan pada beberapa bagian di Jembatan ini yaitu pengencangan mur yang mengantungkan jembatan pada tali-tali baja penyangga. Beberapa mur ini belakang dinilai sudah mulai longgar.

FIRMAN HIDAYAT FRANSISCO ROSARIANS

Berita Lainnya:

Foto-foto Ambruknya Jembatan Mahakam

Foto Nakalnya Pose Cut Mutia

Foto Romantis Ibas-Aliya Sebelum Menikah


View the original article here

08.46 | 0 komentar | Read More