Nunun Nurbaeti di Singapura. Istimewa
Jum'at, 25 November 2011 | 07:58 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Nunun Nurbaetie diduga pernah kembali ke Tanah Air beberapa bulan lalu. Menurut sumber Tempo di satu lembaga negara, pergerakannya terdeteksi dari telepon seluler yang biasa digunakan tersangka perkara suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu.
"Pada saat itu, telepon selulernya terdeteksi berada di Jakarta," sumber itu mengatakan, Kamis malam, 24 November 2011. Ia menambahkan, aparat dari lembaganya tidak melihat secara fisik keberadaan Nunun. "Ketika aparat bergerak, teleponnya tak lagi aktif."
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saud Nasution, yang dimintai konfirmasi soal ini berkata, "Tidak ada kabar dia ke Indonesia. Kalau ada, pasti sudah kami tangkap." Menurut dia, perburuan Nunun masih diupayakan melalui jalur interpol. "Jadi kami masih menunggu kabar dari polisi negara lain."
Jika benar masuk Indonesia, Nunun dipastikan membawa paspor palsu. Menurut catatan Imigrasi, Nunun terakhir kali meninggalkan Indonesia pada 23 Februari 2010 pukul 19.06 WIB. Ia menggunakan pesawat Lufthansa LH 0779 dengan tujuan Frankfurt. Ia menenteng paspor biasa, bukan paspor dinas. Sebagai istri anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera, Adang Daradjatun, Nunun juga memiliki hak memegang paspor dinas.
Pada Mei 2011, KPK menetapkan Nunun sebagai tersangka karena diduga memberikan cek pelawat ke sejumlah politikus Senayan periode 1999-2004. Menebar 480 lembar cek dengan nilai total Rp 24 miliar, ia diduga memenangkan Miranda Goeltom sebagai Deputi Senior Bank Indonesia. Namun Nunun telah lebih dulu kabur ke luar negeri.
Pada 26 Mei lalu, Menteri Hukum yang saat itu dijabat Patrialis Akbar menyatakan paspor Nunun telah dicabut (Lihat Menteri Hukum Siap Cabut Paspor Nunun). Sumber Tempo di instansi itu membeberkan bahwa Imigrasi tidak pernah mencabut paspor Nunun. Sebab, Imigrasi tidak pernah mendapat permintaan dari penegak hukum. (Lihat Pengejaran Nunun Dianggap Pura-pura)
Meski perkara ini telah menjerat puluhan anggota Dewan, Nunun belum tersentuh. Ia berpindah dari Singapura, Laos, Kamboja, dan Thailand. Sejumlah sumber mengatakan, Nunun selalu dikawal beberapa orang, termasuk yang masih aktif menjadi polisi wanita (polwan). Soal ini, Saud juga membantah.
BUDI S
View the original article here
Tidak ada komentar:
Posting Komentar