Pakistan Tutup Akses Nato di Perbatasan

Written By Catatan Humla on Selasa, 29 November 2011 | 10.35

Selasa, 29 November 2011 | 03:21 WIB

TEMPO.CO, ISLAMABAD:- Pakistan menutup secara permanen perbatasan yang mempermudah jalan keluar-masuk pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ke Afganistan. Langkah ini sebagai protes atas serangan udara NATO terhadap dua pos penjagaan di dua perbatasan yang menewaskan 24 pasukan Pakistan akhir pekan lalu.

Tak hanya menutup perbatasannya, Pakistan juga akan mengkaji kembali seluruh kerja sama militer dan diplomatiknya dengan Amerika Serikat dan NATO. “Pasukan NATO harus menghormati perasaan rakyat Pakistan,” kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik di Islamabad, Senin 28 November 2011.

Penutupan perbatasan secara permanen oleh Pakistan diperkirakan akan mempersulit NATO untuk mendapatkan bahan bakar dan suplai kebutuhan bagi pasukannya di Afganistan.


Walhasil, proses perundingan damai dengan Afganistan yang mengikutsertakan Pakistan dan Amerika Serikat akan semakin sulit. “Peristiwa ini akan memberikan konsekuensi serius di level perluasan kerja sama kami,” kata juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Athar Abbas, kepada Reuters.


Tahun lalu, Pakistan menutup perbatasannya selama 11 hari, tapi sanksi tersebut dicabut setelah NATO meminta maaf atas serangannya yang menewaskan dua pasukan Pakistan.


Amarah tentara Pakistan terhadap NATO atas kematian dua lusin pasukannya juga ditunjukkan dengan menolak pernyataan maaf NATO. “Kami pikir ini tidak cukup dan kami menolaknya. Serangan seperti ini pernah dilakukan di masa lalu. Serangan seperti ini tidak dapat diterima,” Abbas menuturkan.


Sekretaris Jenderal NATO pada Minggu lalu menyampaikan permintaan maafnya atas insiden akhir pekan lalu. Ia juga mendukung investigasi atas insiden yang membangkitkan amarah Pakistan dan menutup pipa minyaknya bagi pasukan asing di Afganistan.


Pakistan membantah tudingan bahwa pasukannya melakukan provokasi sehingga pasukan NATO melakukan serangan udara selama sekitar dua jam lamanya. “Investigasi akan membuktikan apakah Pakistan menyerang mereka atau tidak,” Abbas menegaskan.


TELEGRAPH | THE NATION.COM.PK | REUTERS | MARIA RITA


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar