Ultrabook Dongkrak Penjualan Notebook

Written By Catatan Humla on Kamis, 24 November 2011 | 15.34

foto
Acer Aspire S3.
Rabu, 23 November 2011 | 09:50 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Ultrabook diproyeksikan dapat mendongkrak kembali penjualan komputer jenis notebook yang kini stagnan. Perusahaan riset Canalys memperkirakan dengan sejumlah inovasi yang dibawa ultrabook diharapkan dapat mendorong penjualan notebook selama lima tahun ke depan.
Menurut Canalys, penjualan notebook tumbuh 10 persen pada 2011 dengan total pengiriman mencapai 211 juta unit. Dengan tampilan yang berbeda dari notebook, ultrabook akan mendorong banyak konsumen meng-upgrade notebook mereka.
Namun, harga ultrabook saat ini dinilai masih terbilang mahal. Faktor inilah yang membuat ultrabook masih sulit diserap pasar. "Model paling murah saat ini sekitar US$ 800, komponen biaya harus diturunkan sehingga harganya lebih terjangkau," kata analis dari Canalys, Michael Kauh.
Perusahaan prosesor Intel berkepentingan menjadikan ultrabook sebagai strategi kunci dalam pasar notebook pada 2012. Consumer Electronics Association memproyeksikan ada 30 sampai 50 ultrabook baru yang akan diluncurkan dalam ajang Consumer Electronic Show CES 2012 di Las Vegas, Januari nanti.
CEO Intel Paul Otellini bahkan menginginkan tahun depan para produsen untuk memasukkan model layar sentuh yang mendukung Windows 8.
Ultrabook adalah sebutan bagi notebook yang mempunyai kinerja tinggi, namun bersifat portable karena ketebalannya yang kurang dari 20 milimeter. Ultrabook hadir di antara notebook dan komputer tablet.
Menurut PCWorld, laptop ultrabook memiliki ukuran layar di bawah 14 inci, umumnya antara 11 dan 13 inci. Ketebalan ultrabook juga tidak lebih dari 18 milimeter.
Ultrabook juga harus selalu terkoneksi Wi-Fi. Baterai yang tahan lebih dari 5 jam dan waktu booting sesuai standar teknologi Intel quick start.
WIRED | IQBAL MUHTAROM
View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar