Uni Eropa pantau politik Aceh

Written By Catatan Humla on Kamis, 24 November 2011 | 13.29

HENDRO KOTO
Koresponden Aceh
WASPADA ONLINE
BANDA ACEH – Uni Eropa tetap memiliki komitmen tinggi untuk memantau situasi perkembangan politik di Aceh guna memastikan proses perdamaian Aceh yang sudah dibangun tetap terus berlangsung termasuk situasi perkembangan politik di Aceh jelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Aceh 2012 mendatang.
Komitmen ini ditegaskan oleh Pedro Martinez Vargaz dari perwakilan Uni Eropa ketika melakukan pertemuan dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh kepada Waspada Online tadi malam. “Kita akan terus memantau situasi dan perkembangan Aceh, bahkan saat ini kita sedang merencanakan keberlanjutan program baru guna mendukung proses perdamaian di Aceh,” tuturnya.


Dijelaskannya, sebagai bentuk komitmen itu saat ini Uni Eropa sedang mempersiapkan dan merancang program baru dana sejumlah 7,5 juta Euro untuk mendukung implementasi program tersebut.
Sementara itu Kepala Perwakilan Uni Eropa di Jakarta, Charles Whitely, menuturkan, bahwa saat ini berbagai program yang telah dikerjakan Uni Eropa untuk Aceh akan berakhir pada 2012, namun pihaknya memastikan bahwa Uni Eropa akan tetap terus melanjutkan programnya di Aceh.
Uni Eropa juga memantau situasi perkembangan politik di Aceh jelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Aceh. Namun pihaknya sama sekali tidak akan melakukan intervensi politik terkait dengan proses pelaksanaan Pemilukada itumenyangkut persoalan hukum sebagai landasan dari pelaksanaan pesta demokrasi yang akan digelar di Aceh nantinya.
“Kami hanya berkomitmen untuk mendukung proses pembangunan perdamaian di Aceh, dan kami tidak tertarik untuk melakukan intervensi apapun terkait dengan persoalan hukum di Aceh,” ujar Kepala Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia Charles Whitely.
Ditambahkannya, pasca terjadinya perdamain di Aceh, Uni Eropa hanya ingin memastikan dan terus mendukung agar proses pembangunan perdamaian di Aceh tetap terwujud. “Dan kami (Uni Eropa-red) akan tetap mendorong agar proses pembangunan itu tetap terjadi,” tegasnya.
Pertemuan Delegasi Uni Eropa dengan DPRA hari ini untuk membicarakan berbagai persoalan tentang proses pembangunan perdamaian di Aceh dan program-program yang dijalankan guna mendukung Perdamain tersebut.
Dalam Pertemuan ini Delegasi Uni Eropa dipimpin oleh Charles Whitely yang didampingi oleh Pedro Martinez Vargas utusan Uni Eropa pusat serta dua orang stafnya. Sementara itu DPRA diwakili oleh Ketua DPRA Hasbi Abdullah, serta anggota DPRA yakni Adnan Beuransyah, Abdullah Saleh dari Fraksi Partai Aceh dan sejumlah anggota lainnya.

Editor: HARLES SILITONGA
(dat06/wol)
WARTA KARTUN HARI INI
View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar