TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyita rekaman closed-circuit television (CCTV) di kantor Wali Kota Semarang ketika menggeledah beberapa ruangan di kantor ini. "Tadi sore kami menyitanya," kata juru bicara KPK Johan Budi SP, Jumat, 25 November 2011.
Ada beberapa ruangan yang digeledah KPK di Kantor Wali Kota, di antaranya ruangan Sekretaris Daerah Kota Semarang Ahmad Zainuri, ruangan wali kota dan kepala dinas pengelola keuangan dan aset daerah.
Johan mengatakan penggeledahan ini untuk mencari bukti-bukti yang ada kaitannya dengan kasus suap yang melibatkan Ahmad Zainuri dan dua anggota DPRD, Agung Purna Sarjono dan Sumartono. KPK di saat penggeledahan juga menemukan uang sebesar Rp 500 juta di kantor Ahmad Zainuri.
Ahmad Zainuri dan dua anggota DPRD itu dicokok KPK pada Kamis, 24 November 2011, di depan kantor Dewan Semarang bersama uang dugaan suap sebesar Rp 40 juta. Uang itu tersimpan dalam 21 amplop. Di antara mereka ada yang ditangkap di dalam mobil, ada juga di jalan hendak masuk ke ruangan Dewan.
Amplop itu berisi uang yang jumlahnya bervariasi. Ada amplop yang berisi uang sekitar Rp 1,7 juta, ada juga Rp 4 juta. Diperoleh informasi jika pada uang itu bertuliskan nama-nama anggota Dewan calon penerima.
KPK menduga kuat uang itu untuk memuluskan pembahasan program Tambahan Penghasilan Pegawai pada APBD 2012 bernilai Rp 100 miliar. Sumber Tempo di lokasi menyebut jika uang suap yang disiapkan mencapai Rp 4 miliar. Bahkan sudah ada uang ratusan juta yang telah diserahkan.
Adapun uang Rp 500 juta yang ditemukan KPK, belum dipastikan ada kaitannya dengan penyuapan itu. "Belum ada informasi apakah ada kaitannya atau tidak," ujar Johan.
Dalam pengembangan kasus penyuapan ini, KPK memeriksa ketiga tersangka pada Jumat ini. Ketiganya juga untuk sementara dititipkan di Semarang. Ahmad Zainuri di Rutan Kepolisian Resort Kota Semarang, Agung serta Sumartono di Rutan Polda Jawa Tengah. "Ini karena pertimbangan teknis."
Johan mengatakan penahanan tersangka dapat saja dipindahkan ke Jakarta jika kondisi di Semarang dianggap tidak kondusif.
RUSMAN PARAQBUEQ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar